Tap hari sekurang kurang ada 4-5 orang yang mengunjungi p4s Angin mamiri, mereka umumnya datang untuk berdiskusi, dan bertanya tentang cara bercodcok tanam padi dengan menggunakan sumur pantek. Selain itu bnyak juga yang mengeluhkan soal sulitnnya mencari pupuk dan sarana pertanian yang terbatas.
Rabu, 17 Desember 2014
Selasa, 16 Desember 2014
Kunjungan Kerja Anggota DPRD ke P4S Angin mamimiri
Anggota DPRD Kalimantan Barat Utusan Kab Ketapang dan KKU Abul Ainin , ST mengadakan kunjungan kerja ke Desa Sui Pelang Kec. Matan Hilir Selatan, pada kesempatan tersebut rombongan sempat mengadakan kunjungan lapangan ke Pusat Pelatihan Pertanian, Pedesaan Seadaya (P4S) angin mamiri desa Sungai Pelang Kec. MH Selatan.
Keong Emas Serang Sawah Petani
Keong
mas atau disebut warga “tengkuyung sawah”
serang tanaman padi petani di desa pesaguan Kiri kec Matan Hilir Selatan , kab Ketapang, Walaupun telah dipungut berkarung-karung, dan di
semprot dengan pestisida tetapi hama
pemakan tanaman tersebut, terus saja berkembang biak di sawah. Serangan hewan
tersebut, sangat membuat hasil panen berkurang sampai 20 persen hal itu
diungkapkan oleh petani desa Pesaguan kiri
Kab Ketapang saat kunjungan kerja anggota DPRD Kalbar Abul Ainen ST. di desa
Pesaguan kemaren. Hama ini menyerang daun dan batang tanaman padi, sehingga
tanaman terganggu pertumbuhan nya, anakan menjadi berkurang dan pada girirannya
produksi padi menurun.
“Walau
telah kami pungut sampai 4-5 karung banyaknya, tetap saja hama
tengkuyung ini banyak di sawah,”
kata Mastura (40), petani asal Desa
pesaguan kiri ini baru saja menanam padi , baru beberapa hari selesai hama ini
telah melahab habis anak padi yang
mereka tanam. Salah satu penyebab berkembang pesatnya hama ini disebabkan
sistim pengairan mereka yang sering tergenang air, saat air dalam ini hama
keong ini berkembang dengan pesat. Abul Ainin ST berharap para
petani selalu membersihkan saluran air
agar hama ini tidak berkembang dengan pesat. Anggota DPRD fraksi Gerindra
ini berjanji akan menyampaikan keluhan
petani ini kepada Dinas Pertanian Kabupaten maupun Dinas Pertanian Propinsi.
Senin, 15 Desember 2014
Anggota DPRD Kalbar Kunjungi Angin Mamiri
Anggota DPRD Kalbar asal pemilihinen ST , adakan reses di desa sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan. Selain itu juga bertatap muka dengan para petani di Desa Pesagan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan. Di desa sungai Pelang Abul Ainen ST melihat dari dekat kegiatan penanaman padi di Lokasi Pusat Pelatihan, Petani, Pedesaan Swadaya P4s Angin mamiri. Abul tekesan dengan kemampuan kelompok tani yang telah mengadakan penenaman varitas unggul 3 kali dalam satu tahun dan Hasilnya cukup memuasakan. P4s menggunakan pompa bor untuk mengairi sawah pada musim kemarau. Warga desa sungai pelang berharap agar pemerintah dapat membantu pengadaan sumur boor bagi petani yang tidak mampu. Pembina P4s Desa sungai Pelang Hadi Kusuma berharap petani dapat milihat dari dekat sawah percontohan yang dikembangkan pihak P4s, bila ini dapat berjalan dengan lancar, dan petani dapat berperan serta niscaya desa ini menjadi desa penghasil beras untuk Kabupaten Ketapang.
Selasa, 09 Desember 2014
INPARA 2 MAMPU TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI
PPL
WILBIN TUKADMUNGGA KEC.BULELENG
ALAMAT: JLN KI BARAK PANJI GANG PALMA I
DESA BAKTISERAGA
NO HP : 085 737 463 447
Varietas
Inpara 2 (Inbrida padi rawa) adalah
varietas yang sengaja dilepas oleh
Pemerintah untuk dikembangkan pada lahan
rawa , lahan sejenis ini di Bali Utara banyak ada yang oleh petani Bali
dikenal dengan sebutan lahan Buug
/berdrainase buruk. Adapun ciri-ciri spesifik lahan buug tersebut adalah Ph
Tanah (part Hidrogen) rendah ± 4,1 – 4,4 , Lapisan
olah tanahnya dalam ≥35 cm, Tekstur tanahnya terlalu
berlumpur/halus sehingga tidak ada rongga oksigen dalam tanah, Sepanjang tahun lahan berair
dimana air dalam petakan sawah sama tinggi dengan permukaan air pada parit pembuangan
sehingga petani susah melakukan pengeringan pada petakan sawahnya, Bila kaki
dihentakkan tanah tersebut bergetar/ bergoyang .
Sebelum mengenal
Varietas Inpara 2 biasanya lahan tersebut ditanami dengan Varietas Ciherang, Ir.64, serta Inpari
(inbrida padi irigasi), namun produksinya sangat rendah bahkan ada juga yang
gagal panen. Namun Varietas inpara 2
yang mereka tanam di lahan buug tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi.
Sesuai hasil ubinan yang diambil saat panen Varietas Inpara 2 mampu
meningkatkan produksi diatas 20,5% Adapun hasil ubinan Inpara 2 dengan
perlakuan pemberian dolomit 10 kg/are (1 ton /Ha) adalah 3,3 kg dengan
produktivitas 5,28 ton/ha pada
pembanding diperoleh ubinan 2,35 kg dengan produktivitas 3,76 ton/ha Sementara
Varietas Inpara 2 dengan perlakuan
pemberian dolomit 30kg/ha (3ton/Ha) diperoleh hasil ubinan 3,925 kg
denganproduktivitas 6,28 ton /ha. Sementara petak pembanding diperoleh data
hasil ubinan 3,12 kg dengan produktivitas 4,992 ton/ sehingga terjadi peningkatan
produksi 1.288 kg/Ha (20,5%). Varietas Inpara 2 sangat cocok dikembangkan pada lahan
buug agar mampu sukseskan Program P2BN.
Minggu, 07 Desember 2014
Anugerah Besi di Lahan Pasang Surut
Ini fakta menarik dari masyarakat
Republik Ceko! Konsumsi bir rata-rata rakyat Ceko mencapai 159,3 liter
per tahun atau 0,4 liter per hari. Toh, mereka tetap sehat walafiat
karena daya tahan tubuh yang kuat. Bagi yang tidak terbiasa, minum 1?2
gelas bir saja sehari sudah membuat pusing.
Bagi Dr. Ir. Izhar Khairullah, MP, bir
itu ibarat besi (Fe) di lahan pasang surut yang berlimpah. Banyak
varietas padi yang ?nyerah? tumbuh di lahan pasang surut, tapi ada
sebagian padi yang punya daya tahan tubuh kuat. Mereka sanggup hidup
dan memberikan hasil yang unik: padi kaya zat besi. ?Bertahun-tahun
peneliti padi dunia berupaya menyilangkan-nyilangkan untuk mendapat
padi kaya zat besi, tapi belum berhasil hingga saat ini,? kata Izhar.
Ya, kadar besi beras pada padi di lahan
pasang surut mencapai 100 ppm. ?Ini potensi besar lahan pasang surut.
Besi jangan dipandang sekadar masalah, tapi juga anugerah. Malah ada
penelitian fortifikasi beras dengan zat besi. Mirip yodium pada garam,?
tutur Izhar. Fortifikasi ialah penambahan zat gizi mikro pada bahan
makanan. Umumnya pangan terpilih dikonsumsi luas agar kebutuhan gizi
masyarakat terpenuhi. Contohnya fortifikasi yodium pada garam untuk
mencegah gondok. Beras kaya zat besi dibutuhkan untuk menanggulangi
kekurangan anemia di masyarakat.
Daya tahan
Menurut Izhar, kadar Fe yang tinggi
pada beras hanya dapat ditemukan pada varietas padi yang tahan
keracunan besi. ?Tugas kita mencari varietas yang tahan atau dapat
menghindar dari keracunan besi. Sementara dari sisi pengelolaan lahan
bagaimana mengontrol besi di tanah dan air agar tidak beracun,? tutur
doktor lulusan Universitas Gadjah Mada itu. Ibarat masyarakat Ceko yang
toleran konsumsi bir berliter-liter, maka varietas padi tahan besi
ialah varietas lokal lahan rawa (siam unus dan siam mutiara) dan
varietas unggul spesifik rawa (inpara 1 dan inpara 2)
Sementara soal pengelolaan lahan
ternyata tak serumit yang dibayangkan orang kebanyakan. ?Masyarakat
Suku Banjar, Kalimantan Selatan, sudah mampu mengontrol besi di lahan
dengan cara sederhana dan murah,? kata Izhar. Petani Banjar melakukan
pengomposan basah jerami dan gulma rawa. Disebut basah karena lahan
rawa umumnya tergenang sehingga pengomposan terjadi anaerob. Secara
tidak langsung bahan organik yang dibenamkan itu mengurangi jumlah
kation besi yang meracuni tanaman.
Menurut Izhar, banyak yang beranggapan
padi ?nyerah? hidup di lahan pasang surut karena keracunan saja. Fakta
itu benar adanya, tapi hanya sedikit yang tahu, bahwa padi gagal hidup
karena besi di tanah menekan unsur hara lain yang dibutuhkan tanaman.
?Di lahan yang besinya berlimpah, maka unsur K, P, dan Mg tidak dapat
diserap tanaman,? kata Izhar. Besi yang bermuatan positif akan mengikat
P yang bermuatan negatif, sehingga tanaman kekurangan unsur P. Pada
banyak kasus tanaman mati akibat nutrisinya tidak terpenuhi.
Formulasi nutrisi
Pantas banyak pupuk yang diberikan di
lahan pasang surut tak efektif meningkatkan hasil, karena pupuk yang
masuk langsung ?dicaplok? oleh besi. Upaya meningkatkan daya tahan padi
pun tidak tercapai. ?Karena itu mimpi saya menciptakan formula nutrisi
yang dapat diserap di lahan pasang surut sehingga padi punya daya
tahan tubuh menangkal besi,? kata Izhar. Salah satu caranya, menurut
Izhar, ialah memberikan nutrisi lewat daun agar langsung dapat diserap
tanaman dan terhindar ?dimangsa? oleh besi. ?Dengan pupuk daun
meningkatkan produktifitas lahan seluas 100 ha bukan perkara sulit,?
tambah Izhar.
Bukankah pupuk daun sudah banyak
beredar? Menurut Izhar, formulasi pupuk daun yang beredar umumnya
diracik untuk tanaman lahan beririgasi. Sementara padi rawa memiliki
karakter berbeda. ?Ada rasio antara besi dengan nutrisi sehingga daya
tahan tubuh padi tercapai,? kata Izhar. Ia mencontohkan jumlah K di
dalam tanaman harus 1,5 lebih tinggi dibanding jumlah Fe agar tanaman
tetap berproduksi optimal. Pun hara lain memiliki rasio yang berbeda.
Bila hara kurang, maka besi tetap meracuni, sebaliknya bila kelebihan
terjadi plasmolisis yang juga menyebabkan kematian.
Nah, bila mimpi peneliti yang baru saja
menyelesaikan doktor pada Agustus 2012 itu tercapai, bukan tak mungkin
di masa depan hamparan rawa pasang surut berubah menjadi sentra
produksi padi yang kaya zat besi. Mirip hamparan sawah yang menghijau
di jalur Pantura, Pulau Jawa.
Dan, sst?! Mau tahu resep Izhar mewujudkan mimpinya? ?Saya pikir indigenous knowledge
masyarakat Banjar yang telah terbukti ratusan tahun perlu
dipertahankan, sekaligus diberi sentuhan teknologi baru. Tentu
disesuaikan dengan perubahan iklim dewasa ini.? Saya kurang yakin
teknologi yang ?benar-benar baru? dan asing dapat menyulap rawa pasang
surut,? katanya. Yuk, kita dukung Izhar menggapai mimpinya di Balittra. (Destika Cahyana)
Kamis, 06 November 2014
Mancing Di Kolam P4S Sungai Pelang
Asiknya mancing di Kolam Ikan Nila P4S angin mamiri Sungai Pelang. Ikan nila yang besar besar dapat meningkatkan pendapatan petani. Hnya teknik budidaya dan pengawasan yang perlu karena daerah kita banyak berang berang, anjing laut dan aneka jenis burung pemakan ikan
Langganan:
Postingan (Atom)










