Rabu, 28 Januari 2015
Kegiatan Panen di P4s Sunagai Pelang
Selasa, 27 Januari 2015
Petani Mulai Minati Padi Varitas " Mekongga"
Melihat hasil yang menggembirakan petani desa sungai pelang mulai melirik varitas padi "Mekongga". Padei ini sebenarnya sudah lama dilepas Deptan, sejak tahun 2004, baru sekarang populer di tanah kayong. Menurut diskirpsinya varitas ini merupaka tergolong pulen alias enak . karena merupakan hasil persilangan antara padi jenis
Galur A2970 yang berasal dari Arkansas Amerika Serikat, dengan varietas
yang sangat populer di Indonesia yaitu IR 64. Umur genjah yaitu hanya 116 hingga 125 hari. Secara fisik, bentuk tanamannya
tegak dengan tinggi tanaman berkisar antara 91 sampai 106 cm. Anakan
produktif 13-16 batang. Bentuk gabahnya sendiri ramping panjang dengan
tekstur rasa beras yang pulen karena kadar amilosanya mencapai 23
persen. Bobot 1000 butir gabah Mekongga yaitu 28 gram sehingga kurang
lebih potensi hasil varietas ini mencapai 8,4 ton per hektar dengan
budidaya yang tepat tentunya.
Sabtu, 24 Januari 2015
Varitas Micongga Hasilkan 6- 10 ton/ha
Hasil
ubinan petak sawah P4S angin mamimiri terendah 6 ton per ha dan
tertinggi 10 ton dari varitasmini micongga . Dua tigsa hari ini akan
dapat hasil riel setelah panen keseluruhan kata Hadi Kusuma pemilik
lahan yang juga pembina P4 S angin Mamiri Sungai Pelang.Pertumbuhan
varitas micongga yang merata dan produksi tinggi, dengan rasa nasi enak
menjadi semangat bagi petani di sekitarnnya untuk mengembangkan varitas
padi ini. Varitas ini baru pertama kali di tanam di desa ini
Pak Boi Coba Tanam Varitas unggul Inpari
Pak Boi demikian warga memanggil nama petani asal dusun sukun desa sungai pelang ini. Melihat percontohan P4S yang berhasil menanam padi 3 kali dalam satu tahun, menarik minat pewtani ini untuk mencoba menanam varitas unggul. Melihat batang dan daunnya nampak menggembirakan, ia berharap tahun ini dapat hasil yang lumayan. Untuk musim tanam kedua ia berharap juga ikut menanam padi gadu
(Sawah Pak Boi mulai mengeluarkan bunga, Ampar kate orang Ketapang)
(Sawah Pak Boi mulai mengeluarkan bunga, Ampar kate orang Ketapang)
Jumat, 26 Desember 2014
Wamentan : Hazton Bagian Strategi Tingkatkan Produktivitas Padi
Pontianak (Antara) -
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan metode tanam padi
pola "Hazton" yang kini dikembangkan di Provinsi Kalimantan Barat, dapat
menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas padi nasional.
"Kalau hazton diterapkan, jadi luar biasa penambahannya, dan kami
akui hasilnya bagus," kata Rusman Heriawan saat panen raya padi "Hazton"
di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak, Rabu.
Ia menambahkan, di Indonesia luas panen sepanjang tahun adalah 14 juta hektare, dengan kapasitas gabah kering giling berkisar 5,1 ton per hektare.
"Kalau produksi naik satu ton per hektare, artinya ada tambahan yang luar biasa. Tapi selama ini susah karena tidak mampu menjaga kontinuitas," katanya.
Terkait dengan Hazton, meski hasilnya bagus, namun masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut. "Direktur Serealia dan Balitbang agar mengkaji lagi dari sisi kelebihan dan kelemahannya," kata Rusman.
Ia melanjutkan, ada tahapan yang harus dilalui sebelum metode ini diterapkan di daerah lain.
"Hasil yang bagus di sini, lalu kita promosikan dan gagal di tempat lain, nanti kita yang kena. Jadi, ada uji spesifikasi lokasi," katanya.
Terlebih lagi, otoritas untuk melepas metode ada di Kementerian Pertanian. "Tidak hanya varietas," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, penemu metode ini perlu mengusulkan ke Kementerian Pertanian lalu dilakukan uji spesifikasi lokasi.
Kemudian, kalau dalam 5 hingga 6 kali uji lokasi hasilnya tidak berbeda, maka akan membuat Kementan yakin.
"Tapi kita tunggu, Kalbar mau usulkan atau tidak ini menjadi properti nasional," kata Rusman Heriawan.
Berdasarkan hasil ubinan terhadap panen di sawah yang menerapkan metode tersebut, hasil yang diperoleh rata-rata 9,28 ton gabah kering panen per hektare.
Sementara hasil panen menggunakan metode biasa, hanya 4,8 ton per hektare atau naik hampir 100 persen. Secara umum, metode Hazton terbilang mudah dan tidak banyak mengubah kebiasaan petani, yakni masa semaian yang sebelumnya 14 hari menjadi 30 hari, serta jumlah bibit yang ditanam dari 1-5 batang menjadi 20-30 batang per lubang.
Metode ini mulai uji coba pada 2012 oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar. Kepala dinasnya, Hazairin, termasuk yang menginisiasi serta mengawasi secara langsung metode tersebut. Hasilnya, ada yang mampu menghasilkan belasan ton gabah kering panen dalam satu hektare.
Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya
mengakui pencapaian tersebut sesuatu yang luar biasa. "Terlebih lagi,
ekonomi Kalbar sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian," ujar
Christiandy.
Ia yakin, kalau produktivitas petani di Kalbar mampu ditingkatkan,
akan memberi dampak luar biasa baik ekonomi, sosial maupun ketahanan dan
keamanan. (ar)Selasa, 23 Desember 2014
Kusik dan Mentawai Datang Lagi
Kusik atau durian merah buah exotik endemik Kalimantan Kembali muncul. Spesies durian liar ini tidak terlalu komersiel di perdagangkan, karena daging buah tipis, kulit berduri tajam dan sulit di belah. Sifat baiknya adalah warna merah yang menggoda, buah lebih awet karena tak mudah pecah. Varian asli ini bila dikembangkan menjadi buah yang komersiel sangat menjanjikan. Tinggal kita yang harus melestarikannnya sebagai sumber gen plasma nuftah untuk pemulyaan kelak
Sementara mentawai adalahkeluaga nangka , kluwih dan sukun . Daging buahnnya enak berwarna merah, kuning dan banyak lagi. Bijinya enak dimakan juga endemik Kalimantan sebagai suber gen plasma nuftah keluarga nangka
Sementara mentawai adalahkeluaga nangka , kluwih dan sukun . Daging buahnnya enak berwarna merah, kuning dan banyak lagi. Bijinya enak dimakan juga endemik Kalimantan sebagai suber gen plasma nuftah keluarga nangka
Senin, 22 Desember 2014
Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Kunjungi P4S Angin Mamiri Sei.Pelang
Komisi Penyuluhan Pertanian Propinsi Kalimantan Barat Ir Purwanto Adakan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Ketapang. Di Ketapang selain mengadakan tatap muka dengan beberapa Penyuluh Pertanian juga sempat mengadakan penijawan ke P4S angin mamiri desa Sungai Pelang. Siwi yang mantan direktur serialia Kemn pertanian tersebut mengatakan P4s merupakan wadah / tempat penyelengaraan pendidikan dan pelatihan
ajar mengajar dari petani dan untuk petani, maupun penyuluhan petani
baik dibidang pertanian, pertenakan, perikanan, perkebunan dan
lain-lainnya secara berkeranyatan, berkeadilan dan berkelanjutan. Karena itu ia menyambut positif atas prkarsa Bapak Hadi Kusuma yang mau dan mampu mengabdikan dirinya untuk membantu petani di Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan kesejahtraannya. P4s juga dapat menjadi wadah petani untuk mengembangkan peran serta masyarakat mengembangkan system dan
usaha agribisnis yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan
keuntungan komparatif wilayah. Juga sarana bagi para penyuluh di segala Dinas – Dinas untuk membina
masyarakat tani, peternak dan sebagainya dalam peningkatan Sumber Daya
Manusia dan pendapatan petani sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)














